Minggu, 09 Mei 2010

Konsep Modal Kerja

Menurut Bambang Riyanto (1995) setiap perusahaan selalu membutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasi sehari – hari. Mengenai pengertian modal kerja dapat dikemukakan adanya beberapa konsep, yaitu :
  1. Konsep kuantitatif

Konsep ini mendasarkan pada kuantitas dari dana yang tertanam dalam unsur – unsur aktiva lancar dimana aktiva ini merupakan aktiva yang sekali berputar kembali dalam bentuk semula atau aktiva dimana dana yang tertanam didalamnya akan bebas lagi dalam waktu yang pendek. Dengan demikian modal kerja menurut konsep ini adalah keseluruhan dari jumlah aktiva lancar.

Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja bruto (gross working capital).

  1. Konsep kualitatif

Pada kosep kualitatif ini modal kerja itu hanya dikaitkan dengan besarnya jumlah aktiva lancar saja, maka pada konsep kualitatif ini pengertian modal kerja juga dikaitkan dengan besarnya jumlah utang lancar atau utang yang segera harus dibayar. Dengan demikian maka sebagian dari aktiva lancar ini harus disediakan untuk memenuhi kewajiban finansial yang segera harus dilakukan, dimana bagian aktiva lancar ini tidak boleh digunakan untuk membiayai operasinya dalam menjaga likuiditas perusahaan. Oleh karena itu modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian dari aktiva lancar yang benar – benar dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan tanpa mengganggu likuiditasnya, yaitu yang merupakan kelebihan aktiva lancar diatas utang lancarnya. Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja neto (net working capital).

  1. Konsep fungsional

Konsep ini mendasarkan pada fungsi dari dana dalam menghasilkan pendapat (income). Setiap dana yang dikerjakan atau digunakan dalam perusahaan adalah dimaksudkan untuk menghasilkan pendapat. Ada sebagian dana yang dugunakan dalam suatu periode akuntansi tertentu yang seluruhnya langsung manghasilkan pendapatan bagi periode tersebut (current income) dan ada sebagian dana lain yang juga digunakan selama periode tersebut tetapi tidak seluruhnya digunakan untuk menghasilkan current income.

Rabu, 07 April 2010

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham


Dalam menilai suatu saham, tentunya banyak faktor yang harus diperhatikan oleh seorang investor. Untuk memprediksi perkembangan nilai dari suatu saham, secara umum ada tiga factor yang mempengaruhi pergerakkan harga saham suatu perusahaan atau emiten, yaitu secara fundamental, teknikal, dan pengaruh teknis. Untuk lebih jelasnya akan dibahas satu per satu factor-faktor tersebut

1. Kebijakkan Deviden Kas dan Non-Kas

Kebijakkan deviden pada dasarnya menentukan proporsi laba yang akan dibagikan kepada pemegang saham dan yang akan ditahan untuk diinvestasikan kembali dalam perusahaan. Pada umumnya perusahaan membayarkan devidennya dalam bentuk kas. Proporsi laba yang akan dibayarkan sebagai deviden kas dinamakan rasio pembayaran deviden (devidend payout ratio), yaitu perbandingan antara deviden per lembar saham dengan laba per lembar saham. Selain kas perusahaan juga dapat mendistribusikan labanya dalam bentuk saham, pemecahan saham (stock split), atau pembelian saham.

2. Strategi Pemasaran

Di sini akan dikemukakan tiga macam proses yang dapat meningkatkan nilai saham dalam jangka panjang yaitu :


a. New Product Development and Innovation

Adalah proses pengembangan produk baru yang inovatif. Semakin inovatif perusahaan mengembangkan produknya, maka semakin besar kemungkinan nilai saham perusahaan tersebut meningkat. Di kemudian hari.


b. Supply-Chain Management

Proses penyerahan yang bersangkutan dengan konsep efisien. Semakin lancar dan bebas hambatan jalanya proses tersebut akan semakin baik. Hal ini menyangkut hubungan horizontal fungsi-fungsi dalam sebuah perusahaan yang menyangkut kerjasama antar perusahaan.


c. Market-Based Management

Menyangkut manajemen dari market-market asset yang sangat menentukan, meliputi :

1. pelanggan, karena customer satisfaction amatlah penting, maka tujuan harus diatur sebaik-baiknya

2. distributor atau yang biasa disebut immediate customer, oleh karena itu harus dijaga sebaik-baiknya denagn perusahaan.

3. Aliansi strategis yang harus dimanajemeni secara baik agar akses teknologi, capital dan pasar dapat terjaga.

Pengertian dan Jenis Instrumen Pasar Modal


Yang dimaksud dengan instrument pasar modal adalah semua surat-surat berharga (securities) yang diperdagangkan di Bursa, instrument pasar modal ini umumnya bersifat jangka panjang. Dewasa ini instrument yang sudah ada di pasar modal terdiri dari sahm,obligasi, dan sertifikat. Sekuritas yang diperdagangkan di bursa efek adalah saham dan obligasi , sedangkan sertifikat diperdagangkan di luar bursa melalui bank pemerintah.


Saham adalah bukti kepemilikan atau benda penyertaan seseorang atau badan atas suatu perusahaan tertentuJadi pemilik saham mempunyai hak dalam kepemilikan perusahaan tersebut sebesar prosentase kepemilikan sahamnya.. Dengan memilki saham suatu perusahaan, maka manfaat yang diperoleh diantaranya adalah sebagai berikut


a. deviden, adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemilik saham.

b. Capital gain, adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih jual dengan harga belinya.

c. Manfaat non-finansial yaitu timbulnya kebanggaan dan kekuasaan memperoleh hak suara dalam menentukan jalannya perusahaan.


Secara umum saham dibagi dalam dua jenis yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferrend stock). Saham biasa (common stock) merupakan salah satu jenis efek yang paling banyak diperdagangkan di pasar modal. Bahakan saat ini dengan semakin banyaknya emiten yang mencatatkan sahamnya di bursa efek, perdagangan saham semakin marak dan menarik para investor untuk terjun dalam jual beli saham. Saham biasa adalah saham yang tidak memperoleh hak istimewa. Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memperoleh deviden sepanjang perusahaan memperoleh keuntungan. Pemilik saham mempunyai hak suara paa RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya (one share one vote). Pada saat likuidasi perusahaan, pemilik saham mempunyai hak memperoleh sebagian dari kekayaan setelah semua kewajiban telah dilunasi.


Saham preferen merupakan saham yang memiliki likuiditas lebih tinggi dari saham biasa. Sebagai contoh, pemegang saham preferen mempunyai hak untuk mendapatkan deviden yang tetap setiap tahunnya. Tidak seperti pada saham biasa. Jika pada saham biasa deviden yang dibagikan tergantung dari keuntungan perusahaan , jika perusahaan merugi maka pemegang saham biasa tidak mendapatkan deviden. Pada saham preferen jika perusahaan merugi atau tidak bisa membagikan deviden pada tahun berjalan karena suatu hal, maka deviden akan diakumulasikan dan akan dibayar pada periode berikutnya. Jika perusahaan jatuh bangkrut, maka sisa asset perusahaan akan dibagikan terlebih dahulu kepada pemilik saham preferen, baru setelah itu kepemilik sahm biasa. Tetapi pemilik saham preferen tidak memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),seperti layaknya pemegang saham biasa.


Fatwa Haram Rokok


Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhamadiyah telah mengeluarkan fatwa haram rokok melalui surat fatwa haram No.6 /SM/MTT/III/2010 pada 8 Maret lalu. Namun fatwa haram rokok tersebut dituding merupakan titipan asing. Dan fatwa setelah fatwa ini dikeluarkan, Muhamadiyah dapat kucuran dana Rp 3,6 miliar dari bloomerg initiative (BI)


PP Muhamadiyah membantah fatwa haram rokok haram merupakan ttitpan asing. Menurut mereka, fatwa haram tersebut merupakan revisi dari fatwa sebelumnya yang masih menyatakan rokok mubah. Pemberian dana bantuan dari hasil kerjasama itu pun dinilai tidak masalah, sebab Muhamadiyah bekerja sama untuk kesehatan masyarakat. (Buser, minggu 14/03)


Terlepas dari kontroversi haram atau tidak rokok itu, kita harus melihat dari dampak penerapan fatwa haram tersebut karena berdampak langsung pada nasib para petani dan pengusaha rokok. Penerapan fatwa tersebut bisa memotong mata pencaharian mereka yang berakibat kehidupan perekonomian para petani yang mengantungkan penghasilan mereka dari bertani tembakau. Kita tidak dapat memungkiri jika rokok memberikan pendapatan yang besar bagi negara, selain itu banyak event-event yang disponsori perusahaan rokok. Pengurangan dampak negatif dari rokok bisa dilakukan dengan upaya intensif kampanye sosialisasi bahaya merokok ke berbagai lapisan masyrakat sejak dini dan mempersempit area merokok di tempat umum sehingga dampak negatif dapat ditekan. Untuk menutup total perusahaan rokok diperlukan upaya untuk menyediakan lapaangan kerja yang besar guna menampung pekerja dari sektor roko tersebut.


Jumat, 12 Maret 2010

Perencanaan Strategik di Butuhkan untuk Mencapai Tujuan Perusahaan

Perencanaan strategik merupakan bagian dari manajemen strategis. Manajemen strategis adalah seni dan ilmu untuk pembuatan (formulating), penerapan (implementing) dan evaluasi (evaluating) keputusan - keputusan strategis antar fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuan dimasa yang akan datang. Jadi perencanaan strategis lebih terfokus pada bagaimana manajemen puncak menentukan visi, misi, falsafah dan strategi perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dalam jangka panjang.
Fungsi manajemen adalah elemen - elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat didalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. salah satu dari fungsi manajemen adalah perencanaan. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi - fungsi lainnya tidak dapat berjalan.
Perencanaan strategik diperlukan perusahaan guna menentukan tujuan dari perusahaan. Saat ini, strategi telah menjadi milik seluruh anggota perusahaan. Oleh karenanya, partisipasi seluruh anggota perusahaan telah menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan dalam mencapai keberhasilan. diperlukan suatu kesadaran untuk menanamkan di benak masing - masing anggota apa yang menjadi visi perusahaan. Adanya komitmen dan partisipasi setiap anggota perusahaan akan memudahkan pelaksanaan strategi perusahaan. Masukan strategi dari masing - masing anggota perusahaan akan membantu penerapan visi perusahaan guna mencapai tujuan perusahaan.

Minggu, 21 Februari 2010

VISI dan MISI

Visi
adalah suatu pernyataan tentang gambaran keadaan clan karakteristik yang ingin di capai oleh suatu lembaga pada jauh dimasa yang akan datang. Banyak intepretasi yang dapat keluar dari pernyataan keadaan ideal yang ingin dicapai lembaga tersebut. Visi itu sendiri tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, oleh kemungkinan kemajuan clan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang tersebut. Pernyataan Visi tersebut harus selalu berlaku pada semua kemungkinan perubahan yang mungkin terjadi sehingga suatu Visi hendaknya mempunyai sifat/fleksibel.

Misi
adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya meng-ujud-kan Visi. Dalam operasionalnya orang berpedoman pada pernyataan misi yang merupakan hasil kompromi intepretasi Visi. Misi merupakan sesuatu yang nyata untuk dituju serta dapat pula memberikan petunjuk garis besar cara pencapaian Visi. Pernyataan Misi memberikan keterangan yang jelas tentang apa yang ingin dituju serta kadang kala memberikan pula keterangan tentang bagaimana cara lembaga bekerja. Mengingat demikian pentingnya pernyataan misi maka selama pembentukannya perlu diperhatikan masukan-masukan dari anggota lembaga serta sumber-sumber lain yang dianggap penting. Untuk secara Iangsung pernyataan Misi belum dapat dipergunakan sebagai petunjuk bekerja.



Catur Bakti Ekakarsa Jasa Raharja

Visi

Menjadi perusahaan terkemuka di bidang Asuransi dengan mengutamakan penyelenggaraan program Asuransi Sosial dan Asuransi Wajib sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Misi

  • Bakti kepada Masyarakat, dengan mengutamakan perlindungan dasar dan pelayanan prima sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
  • Bakti kepada Negara, dengan mewujudkan kinerja terbaik sebagai penyelenggara Program Asuransi Sosial dan Asuransi Wajib, serta Badan Usaha Milik Negara.
  • Bakti kepada Perusahaan, dengan mewujudkan keseimbangan kepentingan agar produktivitas dapat tercapai secara optimal demi kesinambungan Perusahaan.
  • Bakti kepada Lingkungan, dengan memberdayakan potensi sumber daya bagi keseimbangan dan kelestarian lingkungan.